Best PTC Site

Rabu, 19 Januari 2011

siapkah kita dengan Redenominasi?

Sekitar tiga bulan yang lalu masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kata redenominasi yang dikeluarkan oleh gubernur BI terpilih Darmin Nasution. Semua news program di setiap stasiun televisi pada saat itu beramai-ramai menampilkan berita tentang akan diberakukannya redenominasi di Indonesia secara penuh pada tahun 2022 dengan masa transisi 2013-2015. Dan sejak saat itu hampir semua masyarakat dari mulai penjual sayur, sopir angkot, ibu rumah tangga,pelajar SMA,Mahasiswa, PNS, dan pegawai swasta ikut memperbincangkan wacana ini. Banyak dari mereka yang tidak mengerti apa itu redenominasi, dan mereka lebih benyak menangkap redenominasi itu seperti yang terjadi pada orde lama dulu (1959) yang begitu menyengsarakan. Sehingga wacana redenominasi yang dikeluarkan BI pun tak pelak mendapat hujatan,terutama dari para ibu rumah tangga yang takut kekayaannya akan berkurang. Padahal, yang pernah dialami Indonesia di era soekarno itu bukan redenominasi,melainkan sanering. Meskipun sudah dijelaskan berkali-kali oleh para pejabat terkait mengenai redenominasi di setiap surat kabar, ataupun televisi, tetapi tetap saja masyarakat terpaut oleh persepsi mereka yang mengganggap redenominasi sama dengan sanering. Maka dari itu timbulah berbagai pertanyaan dalam benak kita siapkah masyarakat kita dengan redenominasi?, karena menurut saya kesiapan masyarakat dengan redenominasi adalah hal yang paling penting guna menyokong kesuksesan Bank Indonesia dalam mewujudkan redenominasi ini. Tanpa adanya kesiapan masyarakat redenominasi hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia saja dan hanya membuang-buang biaya saja. Sebelum kita membahas seberapa besar kesiapan masyarakat dengan redenominasi dan seberapa besar kesiapan pemerintah menggodok redenominasi, di bawah ini terlebih dahulu saya uraikan sedikit tentang redenominasi itu sendiri.

Redenominasi terdiri dari dua suku kata, re dan denominasi. Re berarti kembali dan denominasi yang berasal dari kata denomination berarti satuan. Maka berdasarkan pengertian suku kata-suku kata diatas, dapat saya definisikan re-denominasi merupakan penyebutan kembali satuan mata uang dalam hal ini rupiah. Secara ekonomi pengertian redenominasi yang sering saya dengar adalah pengurangan nilai nominal mata uang Rupiah menjadi lebih kecil sebagai penyederhanaan mata uang Rupiah tanpa mengurangi nilai riilnya atau tanpa mengubah nilai tukarnya. Kata tanpa mengurangi nilai riil dan tanpa mengubah nilai tukar inilah yang seharusnya menjadi kata penekanan dalam setiap sosialisasi pada masyarakat kita yang notabene tidak begitu paham dengan istilah-istilah ekonomi dan pengertian sebenarnya. Dengan adanya kata tanpa mengurangi nilai riil dan tanpa mengubah nilai tukarnya inilah yang sebenarnya membedakan antara pengertian redenominasi dengan sanering, karena sanering sendiri berarti pemotongan nilai mata uang tanpa disertai pengurangan harga barang sehingga tidak menjamin nilai tukarnya tidak berubah atau nilai riilnya bisa dikatakan berkurang. Bank Indonesia sendiri bukan tanpa alasan menghendaki diberlakukannya redenomiansi di Indonesia, redenominasi hendak dilakukan selain terkait dengan pelaksanaan integrasi masyarakat ekonomi regional di tahun 2015, juga karena beberapa hal diantaranya ialah kenyataan bahwa pecahan Rp 100.000,00 merupakan mata uang dengan nominal terbesar kedua setelah 500.000 Dong Vietnam, selain itu nilai tukar kita terhadap dolar Amerika pun terkesan sangat lemah, sebagai contoh apabila kita menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar ialah Rp 9000 untuk US$1 maka yang ada dibenak setiap orang ialah memerlukan rupiah yang begitu banyak untuk hanya mendapatkan 1 dolar saja, maka dari itu bank Indonesia merasa perlu melakukan redenominasi Rupiah dengan menghilangkan 3 angka nol terakhir agar lebih efisien dalam pencatatan. Beberapa Negara yang telah melakukan redenominasi diantaranya Turki (2004) yang memotong 6 angka nol dibelakang(1jutat menjadi 1), Rumania (2005) memotong 4 angka nol dibelakang ( 10.000 menjadi 1), dan Zimbabwe(2008) yang memotong 10 angka nol dibelakang (10M menjadi 1).

Bank Indonesia juga menjelaskan syarat dilakukannya redenominasi mata uang antara lain kondisi perekonomian yang stabil, ekspektasi inflasi di negara tersebut harus berada di kisaran rendah dan stabilitas perekonomian terjaga serta adanya jaminan stabilitas harga dan yang paling penting ialah kesiapan masyarakat. Yang menjadi masalah terberat apabila tidak diatasi dengan baik dan benar ialah respon masyarakat terhadap redenominasi ini. Karena minimnya informasi yang didapat, berkembang isu negative ditengah – tengah masyarakat kita, dan pada umumnya mereka merasa khawatir apabila redenominasi, maka mereka akan jatuh miskin karena harga barang akan lebih tinggi dari uang yang mereka punya. Hal ini pun sudah dijadikan pertimbangan dalam konsep redenominasi oleh karena itu bank Indonesia mengagendakan tahun 2011-2012 sebagai tahun untuk mensosialisasikan redenominasi pada masyarakat kemudian pada tahun 2013, dilakukan redenominasi sebagai masa transisi hingga tahun 2015. Pada masa transisi ini, akan dipakai dua penilaian yang disebut istilah rupiah lama dan rupiah baru. Jadi masyarakat ingin membeli barang dengan harga Rp 100.000 pembayarannya bisa menggunakan uang rupiah lama yaitu pecahan Rp 100.000 atau menggunakan uang rupiah baru yaitu Rp 100 (redenominasi rupiah). Namun nampaknya konsep Bank Indonesia dalam mengantisipasi kekhawatiran masyarakat masih belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat, karena hingga kini belum ada kejelasan bagaimana nasib mata uang yang nilai nominalnya sudah terlanjur kecil seperti Rp 100,Rp 200 dan Rp 500 apakah akan diberlakukan kembali uang sen atau bagaimana. Selain itu masyarakat juga masih dibingungkan apabila membeli barang yang harganya tidak genap, misalnya membeli tempe dengan harga Rp 1500, pada saat sudah redenominasi haruskah membayar Rp1 dan 5 sen.

Saya sendiri setuju dengan konsep redenominasi, karena selain mengindikasikan perekonomian Indonesia dalam keadaan stabil, juga menghemat penulisan angka nol dalam pencatatan pembukuan keuangan, namun yang menjadi pertanyaan saya untuk menerima konsep redenominasi ini ialah seberapa besar dana yang harus dikeluarkan untuk menarik uang yang telah beredar dan mencetak uang redenominasi. Dan mengapa bank Indonesia harus mencetak uang baru pecahan Rp1.000 dan Rp 10.000 disaat bank Indonesia sendiri menghendaki adanya redenominasi. Dan saya yakin pertanyaan-pertannyaan saya pun ditanyakan dalam benak masing-masing individu masyarakat. Oleh Karena itu, hemat saya, masyarakat sendiri pada umumnya masih belum siap dengan redenominasi, kinerja bank Indonesia dalam memikirkan konsep redenominasi ini memang sangat bagus, namun sayang tidak disertai dengan sosialisasi yang baik pada masyarakat. Jadi apabila redenominasi memang akan menjadi sebuah wacana yang terwujud, seharusnya sosialisasi mengenai redenominasi ini dilakukan pada setiap lapisan masyarakat, terutama masyarakat golongan bawah dan masyarakat yang tinggal dipelosok-pelosok tanah air secara menyeluruh dan penuh pengertian agar tidak terjadi salah kaprah lagi dalam masyarakat.

Selasa, 18 Januari 2011

[BLACKHAT] Cara mendapatkan $1000/bln dari clickbank

Sudahkah anda tahu Clickbank?
Clickbank memiliki potensi yang sangat besar, kita bisa dengan mudah mendapatkan $1000/bulan dari clickbank.

Saya siap menbantu anda mempelajari clickbank, dari dasar hingga berhasil dapat $1000/bulan.

Saya berikan juga metode blackhat nya, silahkan buktikan..

Oke, silahkan kunjungi website :
http://www.Clickbank-id.com/?id=090609

Kamis, 23 Desember 2010

spagheti sosis sapi





bahan:
1 pak spagheti merk apa saja
3 sdm saus bolognese
4 buah sosis sapi dipotong serong
1 buah bawang bombay
2 buah bawang putih cincang halus
1 buah tomat potong kotak
1 sdm merica bubuk
3 buah cabe merah iris serong/cincang
air secukupnya
garam secukupnya
minyak untuk menumis secukupnya

cara membuat:
1. rebus spagheti sampai matang, pada saat direbus masukan garam, setelah matang tiriskan.
2. panaskan minyak, masukan bawang putih dan bawang bombay sampai harum dan layu, masukan sosis, tomat,cabe merah dan saus bolognese, berikan air, garam dan merica, masak samapi matang
3. sajikan

gampang kaaan?!
dijamin manCCCaaaaap
NB: gimana yang masaknya juga sih,hehe

Rabu, 09 Juni 2010

Jenuh

Bosen bgt rasanya,bertahan dalam titik jenuh,,,

Tanpa tau kapan akan terjatuh...

Ingin rasanya,mengubur semua perasaan yang slalu jadi rutinitas sepanjang hari

Minggu, 23 Mei 2010

about the Ten Commandment


Tadi malam saya baru melihat film yang berjudul "The Ten Commandment", film yang berkisah tentang salah satu nabi yang diimani umat islam, Musa,as.
berlatar belakang kota Mesir kuno. Musa kecil lahir dari rahim seorang buruh. Bertepatan dengan kelahirannya tersebut Fir'aun memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir. Karena sesuai dengan ramalan seorang juru ramal, akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi pangeran Mesir yang akan menghancurkan kekuasaan Fir'aun.

Ibu bayi yang baru saja melahirkan tersebut, membuang bayinya di sungai nil, untuk menyelamatkan bayi tersebut. hingga keesokan harinya bayi itu ditemukan oleh seorang puteri, dan diangkat sebagai puteranya.

Hidup sebagai Pangeran Mesir, Moses(Musa) tumbuh menjadi seorang anak yang tidak bisa menahan emosi, alias cepat marah. Tapi tetap berhati baik. Hingga saat tumbuh dewasa, dia membunuh seorang pengawal demi menyelamtkan kehormatan seorang buruh. Hal itu membuat Fir'aun marah, dan Moses diminta melarikan diri oleh adiknya yang brnama Mennerith. Moses, melarikan diri ke gurun pasir. Lalu bertemu dengan satu keluarga penggembala, dan ia menikah dengan salah seorang keluarga penggembala tsb.

dan dari sinilah mulai wahyu Tuhan turun padanya, yaitu ketika ia dan keluarga barunya pindah dan membuat tenda dekat sebuah gunung yang terlarang untuk di datangi. Tapi Moses mendaki gunung tersebut, dan disanalah Tuhan untuk pertama kalinya berbicara padanya, untuk membebaskan kaum "budak" Mesir, dan membawa mereka ke tanah yang dijanjikan.

ternyata perjalanan menuju tanah yang dijanjikan tersebut sangatlah panjang, melewati gurun pasir, merelakan nyawa orang yang dikasihi dan banyak lagi. Bahkan hingga konflik internal terjadi selama perjalanan. Tapi dengan mengimani Tuhan yang hanya ada satu dan Tiada Tuhan Selain Dia, akhirnya, Moses berhasil membawa kaumnya ke tanah yang dijanjikan. Meskipun seumur hidupnya, ia tidak diijinkan menginjakan kaki di tanah tersebut oleh Tuhan, tapi Tuhan mengijinkan ia melihat tanah yang dijanjikan tersebut sebelum ia meninggal.....

kemiskinan...


Hingar bingar suatu peradaban tidak akan pernah lepas dari jerit tangis orang-orang yang menahan lapar dan kesakitan. Seperti sudah kodratnya, dimana ada si kaya di situ pasti ada si miskin. kemiskinan tak pernah enyah di bumi pertiwi ini. bahkan hingga puluhan tahun kedepan, saya tidak yakin kemiskinan akan punah. Yang saya yakini ialah saat kemiskinan punah, saat itulah dunia yang kita diami pun punah. karena sesuai ketentuanNya, hidup di dunia seperti kutub yang berlawanan, dimana ada selatan pasti ada utara, ada laki-laki pasti ada perempuan, ada kehidupan ada pula kematian, ada yang kaya pasti ada yang miskin.
Namun, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bukankah mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu tujuan dari pemerintah di setiap orde dan juga keinginan kita semua?. Kemiskinan selalu diperangi sejak Zaman dahulu hingga kini. Segala upaya melalui berbagai kebijakan diterbitkan untuk sekedar mengentaskan kemiskinan. Dari sebelum masehi hingga sesudah masehi, setiap orang yang digulung kemiskinan berjuang untuk lepas dari jerat kekurangan tersebut. Meskipun tidak semua menemukan apa yang dituju.

Sejak merdeka hingga kini Indonesia bercita-cita untuk mengentaskan kemiskinan, sedari orla(orde lama) hingga kini pemerintahan SBY berbagai kebijakan pemerintah dalam memerangi kemiskinan masih dinilai kurang berhasil. Kenapa?Bukankah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut sudah dipertimbangkan sebelumnya. Selidik punya selidik, di negara tercinta ini terlalu banyak orang-orang yang tidak menginginkan kesejahteraan bagi orang miskin. Mereka tidak lain tidak bukan ialah mereka yang duduk di sebuah gedung atas nama rakyat. Mereka seperti tidak rela memberikan dana bantuan dari pemerintah pada kaum papa yang memang berhak atas dana bantuan itu. mereka benar-benar menutup mata dari jeritan kaum tidak punya. sibuk memperkaya diri dan keluarganya, tanpa peduli kehidupan disekitar, dan tanpa pedulli dengan buah pikiran orang yang mengeluarkan "ide" memberikan dana bantuan tersebut.