Best PTC Site

Minggu, 23 Mei 2010

about the Ten Commandment


Tadi malam saya baru melihat film yang berjudul "The Ten Commandment", film yang berkisah tentang salah satu nabi yang diimani umat islam, Musa,as.
berlatar belakang kota Mesir kuno. Musa kecil lahir dari rahim seorang buruh. Bertepatan dengan kelahirannya tersebut Fir'aun memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir. Karena sesuai dengan ramalan seorang juru ramal, akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi pangeran Mesir yang akan menghancurkan kekuasaan Fir'aun.

Ibu bayi yang baru saja melahirkan tersebut, membuang bayinya di sungai nil, untuk menyelamatkan bayi tersebut. hingga keesokan harinya bayi itu ditemukan oleh seorang puteri, dan diangkat sebagai puteranya.

Hidup sebagai Pangeran Mesir, Moses(Musa) tumbuh menjadi seorang anak yang tidak bisa menahan emosi, alias cepat marah. Tapi tetap berhati baik. Hingga saat tumbuh dewasa, dia membunuh seorang pengawal demi menyelamtkan kehormatan seorang buruh. Hal itu membuat Fir'aun marah, dan Moses diminta melarikan diri oleh adiknya yang brnama Mennerith. Moses, melarikan diri ke gurun pasir. Lalu bertemu dengan satu keluarga penggembala, dan ia menikah dengan salah seorang keluarga penggembala tsb.

dan dari sinilah mulai wahyu Tuhan turun padanya, yaitu ketika ia dan keluarga barunya pindah dan membuat tenda dekat sebuah gunung yang terlarang untuk di datangi. Tapi Moses mendaki gunung tersebut, dan disanalah Tuhan untuk pertama kalinya berbicara padanya, untuk membebaskan kaum "budak" Mesir, dan membawa mereka ke tanah yang dijanjikan.

ternyata perjalanan menuju tanah yang dijanjikan tersebut sangatlah panjang, melewati gurun pasir, merelakan nyawa orang yang dikasihi dan banyak lagi. Bahkan hingga konflik internal terjadi selama perjalanan. Tapi dengan mengimani Tuhan yang hanya ada satu dan Tiada Tuhan Selain Dia, akhirnya, Moses berhasil membawa kaumnya ke tanah yang dijanjikan. Meskipun seumur hidupnya, ia tidak diijinkan menginjakan kaki di tanah tersebut oleh Tuhan, tapi Tuhan mengijinkan ia melihat tanah yang dijanjikan tersebut sebelum ia meninggal.....

kemiskinan...


Hingar bingar suatu peradaban tidak akan pernah lepas dari jerit tangis orang-orang yang menahan lapar dan kesakitan. Seperti sudah kodratnya, dimana ada si kaya di situ pasti ada si miskin. kemiskinan tak pernah enyah di bumi pertiwi ini. bahkan hingga puluhan tahun kedepan, saya tidak yakin kemiskinan akan punah. Yang saya yakini ialah saat kemiskinan punah, saat itulah dunia yang kita diami pun punah. karena sesuai ketentuanNya, hidup di dunia seperti kutub yang berlawanan, dimana ada selatan pasti ada utara, ada laki-laki pasti ada perempuan, ada kehidupan ada pula kematian, ada yang kaya pasti ada yang miskin.
Namun, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bukankah mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu tujuan dari pemerintah di setiap orde dan juga keinginan kita semua?. Kemiskinan selalu diperangi sejak Zaman dahulu hingga kini. Segala upaya melalui berbagai kebijakan diterbitkan untuk sekedar mengentaskan kemiskinan. Dari sebelum masehi hingga sesudah masehi, setiap orang yang digulung kemiskinan berjuang untuk lepas dari jerat kekurangan tersebut. Meskipun tidak semua menemukan apa yang dituju.

Sejak merdeka hingga kini Indonesia bercita-cita untuk mengentaskan kemiskinan, sedari orla(orde lama) hingga kini pemerintahan SBY berbagai kebijakan pemerintah dalam memerangi kemiskinan masih dinilai kurang berhasil. Kenapa?Bukankah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut sudah dipertimbangkan sebelumnya. Selidik punya selidik, di negara tercinta ini terlalu banyak orang-orang yang tidak menginginkan kesejahteraan bagi orang miskin. Mereka tidak lain tidak bukan ialah mereka yang duduk di sebuah gedung atas nama rakyat. Mereka seperti tidak rela memberikan dana bantuan dari pemerintah pada kaum papa yang memang berhak atas dana bantuan itu. mereka benar-benar menutup mata dari jeritan kaum tidak punya. sibuk memperkaya diri dan keluarganya, tanpa peduli kehidupan disekitar, dan tanpa pedulli dengan buah pikiran orang yang mengeluarkan "ide" memberikan dana bantuan tersebut.